penjualan bersendikat

1/08/2013

1.1.      Latar Belakang
Perkembangan internet menyebabkan terbentuknya dunia baru yang disebut  dunia maya. Di  dunia maya,setiap individu memiliki hak dan kemampuan untuk   berinteraksi dengan individu lain tanpa batasan apapun yang dapat menghalanginya. Globalisasi yang sempurna sebenarnya telah berjalan di dunia maya yang menghubungkan seluruh komunitas digital. Dari seluruh aspek kehidupan manusia yang terkena dampak kehadiran internet, sektor bisnis merupakan sektor  yang  paling  terkena  dampak  dari  perkembangan  teknologi  informasi  dan telekomunikasi serta paling cepat tumbuh.  Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan cepat sesuai permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut, kini muncul transaksi yang menggunakan media internet untuk menghubungkan produsen dan konsumen. Transaksi bisnis melalui internet lebih dikenal dengan nama e-business dan e-commerce. Melalui e-commerce, seluruh manusia di muka bumi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk bersaing dan berhasil berbisnis di dunia maya. Oleh karena itu, kami akan mencoba membahas apa dan bagaimana internet, e-business dan e-commerce yang melahirkan pula perantara berbisnis internet dan yang dikenal dengan sebutan e-intermediary tersebut yang diantaranya penjual bersindikat.

1.2.        Tujuan Penulisan
1.    Memahami lebih dalam mengenai internet, e-business dan e-commerce intermediary yaitu penjual bersindikat;
2.    Mengembangkan wawasan penulis;
3.    Menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari Bina Sarana perkuliahan.

1.3.        Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan studi literatur-literatur yang terkait dengan pokok bahasan.
1.4.        Batasan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai apa dan bagaimana e-business dan e-commerce penjual bersindikat,

1.5.        Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri atas beberapa bab yang dirinci sebagai berikut:
BAB I      :    Pendahuluan
                     Berisi mengenai latar belakang, tujuan penulisan, batasan masalah, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.
BAB II     :    Pembahasan
Berisi mengenai Definisi E-Commerce ,Tujuan Aplikasi E-Commerce, Penjual Bersindikat

BAB III    :    Penutup
                     Berisi mengenai kesimpulan

















BAB II
PEMBAHASAN

2.1.      Definisi E-Commerce
Aplikasi e-commerce yang pertama kali dikembangkan adalah Electronic Funds Transfer (EFT) pada awal tahun 1970 walaupun ketika itu Amazon.com juga mulai bertumbuh pesat. 
E-commerce merupakan prosedur berdagang atau mekanisme jual-beli di internet dimana pembeli dan penjual dipertemukan di dunia maya. E-commerce juga dapat didefinisikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas internet di mana terdapat website yang dapat menyediakan layanan dan juga hubungan dibentuk melalui iklan.
Dengan aplikasi e-commerce, seharusnya hubungan antar perusahaan dengan entitas eksternal lainnya (pemasok, distributor, rekanan, konsumen) dapat dilakukan lebih cepat, lebih intensif, dan lebih murah daripada aplikasi prinsip manajemen secara konvensional (door to  door, one-to-one relationship). Maka  e-commerce bukanlah sekedar suatu mekanisme penjualan barang atau jasa melalui  medium internet, tetapi juga terhadap terjadinya sebuah transformasi bisnis yang mengubah cara pandang perusahaan dalam melakukan aktivitas usahanya. Membangun dan mengimplementasikan sebuah sistem e-commerce  bukan  merupakan  proses   instant,  namun  merupakan  transformasi strategi dan sistem bisnis  yang  terus  berkembang  sejalan  dengan  perkembangan perusahaan dan teknologi
Faktor kunci sukses dalam e-commerce dalam sebuah perusahaan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tetapi dengan tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor lainnya antara lain :
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan
7. Mempermudah kegiatan perdagangan

2.2.1.  Tujuan Aplikasi E-Commerce

1.         Agar orang yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya membutuhkan akses internet dan interface-nya menggunakan web browser
2.            Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional dan virtual : responsif (respon yang cepat dan ramah), dinamis, informatif dan komunikatif
3.            Informasi yang up to date, komunikasi multi-arah yang dinamis

2.2.2.   Sistem Bisnis Internal
Sistem bisnis internal digunakan untuk melayani proses dan bisnis secara internal. Dengan menggunakan sistem seperti ini, seorang manajer yang sedang bepergian dapat mengakses basis data perusahaan yang terdapat pada server dengan mudah. Beberapa hal lain yang bisa ditangani melalui sistem bisnis internal adalah sebagai berikut :
1.    Pemprosesan transaksi secara internal, misalnya pesanan penjualan dapat  dimasukkan oleh pemasar dari jarak jauh.
2.    Portal perusahaan, yaitu sarana informasi berbasis web yang ditujukan secara  khusus untuk pegawai perusahaan berangkutan.
3.    Pemantauan aktifitas dalam perusahaan.
4.    Pengendalian proses
5.    Sistem pendukung manajemen, yang meliputi:
a. Organisasi Virtual
Organisasi virtual adalah suatu jaringan organisasi yang independen yang dihubungkan melalui teknologi informasi dengan tujuan untuk mengeksploitasi peluang pasar dengan berbagi ketrampilan, biaya, dan akses pasar.
b. E – Intermediary
E-Intermediary adalah para anggota saluran distribusi internet yang melakukan salah satu atau dua fungsi berikut :
1) mengumpulkan informasi tentang para penjual dan menyajikannya dalam bentuk yang praktis kepada para konsumen
2) membantu menyalurkan produk-produk Internet ke konsumen.
c. Macam - macam e – Intermediary
     a. Penjual bersindikat
Penjual bersindikat adalah sebuah situs Web yang menawarkan hubungan dengan konsumen ke situs-situs Web lain dan atas jasa ini Web yang menghubungkan ke Web lain akan mendapatkan komisi. Hubungan dibentuk melalui iklan yang dipampangkan dalam halaman Web. Konsumen akan dihubungkan ke Web yang bersangkutan sekiranya mengklik gambar iklan tersebut. Sebagai contoh, banyak situs yang menayangkan iklan dari toko buku online amazon.com
b. Agen pembelanjaan
Agen pembelanjaan (dikenal dengan sebutan e-agent) merupakan suatu situs Web yang membantu para konsumen dengan memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan konsumen dalam rangka membuat keputusan pembelian. Perantara seperti ini umumnya tidak memiliki produk. Yang menjadi fokus perantara ini adalah menyediakan informasi dari sejumlah situs web yang lain yang menjual produk yang dicari konsumen. Sebagai contoh, PriceSCAN merupakan e-agent terkenal untuk mencari informasi tentang komputer dan berbagai bentuk lain dengan harga.
c. Makelar bisnis ke bisnis
Seperti halnya e-agent, makelar bisnis ke bisnis tidak memiliki produk. Perantara ini menyediakan sarana komunikasi antarpebisnis. Sebagai contoh, edfex menyediakan informasi yang sangat baru tentang produk dan harga yang berasal dari para pemasok dan pembeli.

2.3           Penjual Bersindikat
                 Penjual Bersindikat adalah sebuah situs web yang menawarkan hubungan kepada konsumen ke situs-situs web lain dan atas jasa ini web yang menghubungkan ke web lain akan mendapatkan komisi. 
Hubungan tersebut dibentuk melalui iklan (banner ad) yang dipasang dalam web page. Konsumen akan dihubungkan ke web bersangkutan sekiranya meng-klik gambar iklan tersebut.  Sebagai contoh adalah banyak situs yang menanyangkan iklan dari toko buku online Amazon.
klasifikasi yang memiliki karakteristik sebagai penjual bersindikat yaitu :
1.    Business to Consumer (B2C)
                  B2C adalah bentuk jual-beli produk yang melibatkan perusahaan penjual dan konsumen akhir yang dilakukan secara elektronis. Perusahaan-perusahaan terkenal yang melayani B2C antara lain adalah Dell (www.dell.com), Cisco (www.cisco.com), dan Amazon (www.amazon.com).
Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
  2. Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis web.
  3. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
  4. Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.
Business to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan electronic shopping mall atau menggunakan konsep portal.


kelebihan nilai bisnis ini dengan adanya teknologi internet antara lain:
c.   Menarik pelanggan baru melalui pemasaran dan iklan web dan penjualan secara  online.
d.   Membuat produk-produk baru agar segera bisa diakses melalui web.
2.3.1.        Fungsi penjual bersendikat
      1. Sebagai penghubung antara perusahaan dengan konsumen
      2. Memudahkan konsumen menjangkau produk dengan adanya iklan
       























BAB III
PENUTUP

3.1.      Kesimpulan
            Pengembangan aplikasi  e-commerce  bagi  sebuah perusahaan atau   lembaga merupakan proses yang cukup kompleks. Melibatkan beberapa organisasi atau situs dalam penanganan sekuriti dan otorisasi.
Sebuah situs web yang menawarkan hubungan kepada konsumen ke situs-situs web lain dan atas jasa ini web yang menghubungkan ke web lain akan mendapatkan komisi.  Perangkat   lunak   aplikasi  e-commerce  dalam  dunia bisnis ini dapat  mendukung  pemotongan rantai distribusi sehingga konsumen dapat memperoleh suatu produk dengan harga yang lebih murah.   Jenis   antarmuka   web   dipilih   dengan   pertimbangan   fleksibilitas   implementasi perangkat  lunak ini  yang dapat  dilakukan di jaringan intranet  maupun internet,  kemudahan untuk deployment, serta kemampuan cross platform.
Perdagangan elektronis atau e-commerce penjual bersendikat  merupakan segala bentuk kegiatan pemasaran produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronis melalui iklan.

bisnis plan



RINGKASAN EKSEKUTIF
Rencana usaha ini akan kami jalankan sesuai dengan komitmen kami untuk menjadi wirausaha muda yang mandiri, mampu bersaing di dunia global dan mampu diterima oleh masyarakat luas. Semangat itu juga kami dapatkan di bangku perkuliahan dimana STIE Nobel Indonesia Makassar sangat antusias dalam menumbuh kembangkan semangat kewirausahaan bagi para mahasiswanya.
Usaha ini bergerak dalam bidang makanan dan minuman layaknya sebuah restoran yang ditunjang oleh fasilitas pendukung yang lengkap, berlokasi di Jln. Perintis Kemerdekaan 7 Makassar.
Target pasar yang kami ingin raih adalah dari masyarakat umum disekitar lokasi serta keluarga dan teman – teman kampus.
Mengapa kami mengambil tema dibidang makanan lebih khusus lagi makanan khas Makassar karena pangsa pasar yang begitu kuat, dan jika di kelola dengan manajemen yang baik akan menghasilkan usaha yang profit oriented.
Adapun aneka makanan yang kami maksud adalah :
1.   Coto Makassar
2.   Pallu basa
3.   Kondro
4.   Sop kikil
5.   Ketupat
6.   Nasi putih

Formulasi Strategi / marketing plan
Tujuan dari usaha ini adalah bagaimana mengoptimalkan sumber-sumber daya yang ada, sehingga mampu memberikan sesuatu nilai tambah dari usaha ini. Dengan berbagai kondisi di atas maka kami akan mengambil tindakan antisipasi berupa membuat manajemen yang baik, karena sistem manajemen yang  bekerja akan mampu meminimalisir segala kekurangan yang akan kita dapatkan.
Tujuan yang lain adalah menjadikan usaha ini berkembang hingga sebuah restauran yang modern dan memiliki cabang di beberapa tempat. Dengan kerja keras bukan hal yang mustahil tujuan itu kami bisa dapatkan 5-10 tahun yang akan datang.
Oleh karena itu untuk mewujudkan impian tersebut, kami melakukan perencanaan strategis yang akan kami gambarkan dengan ringkas sebagai berikut :

a.   Dari segi pemasaran kami menggunakan sistem Marketing Mix yaitu : product (produk), price (harga), promotion (promosi) dan place (tempat).
Dari segi produk sangat tergantung pada kualitas, kebersihan, cita rasa serta penyajiannya. Jika itu terpenuhi maka akan menjadi kekuatan untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya.
Harga juga sangat menentukan banyak tidaknya pelanggan, oleh karena itu kami akan memberikan harga serendah mungkin sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.
Promosi berkaitan dengan bagaimana upaya kami agar usaha ini banyak diketahui oleh orang lain, maka kami akan melakukannya dengan cara selebaran, pamflet, kuisioner, bahkan melalui media on-line seperti face-book dan lain sebagainya. Promosi lewat mulut ke telinga juga terkadang sangat efektif dalam mendapatkan pelanggan.
Tempat adalah hal yang tidak bisa kita sepelekan, oleh karena itu kami akan mengambil lokasi di kawasan perkuliahan yang kami jamin memberikan kenyaman, kesejukan dan suasana yang berbeda dari yang lain.
b.   Produksi buat kami adalah kunci dari sebuah usaha, disini kami akan menawarkan sesuatu yang berbeda, mulai dari produk, penyajian, kebersihan dan kecepatan pelayanan.



Analisis Pasar
Dalam usaha ini kondisi pasar di sekitar lokasi sangat potensial, karena lokasi yang sangat strategis berada di seputaran kampus dan kawasan padat penduduk membuat kami yakin akan usaha kuliner tersebut.
Kami akan berusaha memberikan harga yang serendah mungkin sehingga dapat dijangkau oleh konsumen khususnya dari kalangan mahasiswa itu sendiri. Mulai dari harga Rp. 7.000 – Rp 10.000 tergantung dari jenis makanan. Ditambah dengan cita rasa yang tinggi, pelayanan prima dan tenaga professional yang membuat nilai tambah dari usaha ini.
Selanjutnya kami akan menggambarkan analisa pasar dari usaha kami berdasarkan pendekatan analisa SWOT, yaitu :
1.   Strenght atau kekuatan dari produk yaitu terletak pada cita rasa yang tinggi, harga yang bersaing, kehegienisan dari produk, dan diolah oleh tenaga yang sangat professional. Selain itu di sekitar lokasi usaha, belum ada yang menjual produk seperti itu, sehingga mampu memberikan profit yang menjanjikan.
2.   Weakness atau kelemahan dari usaha ini dari segi ketersediaan bahan baku yang terkadang sedikit menghambat dari proses produksi. Oleh karena itu, kami akan mengupayakan untuk membeli stock bahan baku secukupnya sehingga tidak mengalami kerugian yang besar.
3.   Oppourtunity atau peluang dari usaha ini adalah kemampun kami dalam mengolah dan memproduksi produk, cita rasa yang tinggi,  dan lain sebagainya sehingga kami merasa sangat rugi kalau tidak mengambil dan memanfaatkan peluang usaha ini.
4.   Threat atau ancaman dari usaha ini adalah terkadang kita terlanjur mempersiapkan bahan baku untuk produksi yang banyak tetapi pada hari itu target penjualan tidak tercapai.
Oleh karena itu manajemen yang baik akan menjawab semua ancaman dan kekurangan ini, sebaliknya dengan segala keunggulan dan kekuatan dari usaha ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen.














Financial plan
Pembiayaan akan kami gambarkan sebagai berikut :
1.      Jumlah investasi awal yang dibutuhkan
a.   Penyewaan out-let/tahun         : Rp   4.000.000,00
b.   Biaya operasional/peralatan     : Rp   5.000.000,00
                                         Sub total A          : Rp   9.000.000,00
2.      Pengeluaran rutin per bulan
a.   Gaji tenaga terampil
Karyawan                                      :  Rp     700.000,00
b.   Operasional harian
    Rp 300.000,- X 30 hari              : Rp   9.000.000,00
c.   Biaya lain-lain (promosi)            : Rp      100.000,00
                   Sub Total B           : Rp   9.800.000,00
Jadi modal awal yang dibutuhkan adalah :
                   Total investasi awal yang dibutuhkan         : Rp  9.000.000,00
.                              Total pengeluaran rutin per bulan              : Rp  9.800.000,00 +
 Total Anggaran yang dibutuhkan                  :  Rp 18.800.000,00



 Latar Belakang Organisasi/ management operasional plan
Susunan manajemen dari rencana usaha ini adalah :
Dalam usaha ini resiko yang mungkin dapat terjadi hal-hal yang berkaitan dengan analisa SWOT yang telah kami gambarkan. Dari segi ketersediaan produk (bahan baku), target penjualan yang tidak tercapai sehingga menimbulkan kerugian, biaya produksi yang tiba-tiba membengkak, serta tidak menutup kemungkinan kerusakan pada peralatan operasional.
Untuk itu kami akan mengupayakan untuk sedetail mungkin dalam menanggapi masalah tersebut dengan lebih seksama lagi dalam membeli bahan baku/dasar agar tidak melebihi kapasitas produksi, menghitung total biaya produksi dan pendapatan agar kita dapat mengetahui untung ruginya, dan merawat sebaik mungkin peralatan yang ada.
Jadwal kerja dari usaha ini adalah mulai dari jam 08.00 pagi sampai 24.00  malam, bahkan bisa lebih dari waktu itu jika ada acara atau event-event tertentu seperti moment piala dunia. Usaha ini terbuka untuk umum setiap harinya.


 
Ernawati syamsuddin © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions